Belajar melepaskan ~

31 Aug

Melepaskanmu bukan tak mengukir goresan di hati..
Hari itu, ketika mengantarkanmu pergi meninggalkan tanah Sumatra, seharusnya aku paham bahwa hari itu juga kau benar-benar pergi dari kehidupanku..
Baru kupahami kalimat terakhirmu utk tetap kuat dan tak menangis adalah benar-benar kalimat perpisahan..
Tapi aku belajar tak menyesali semua yg pernah terjadi.. Mengenalmu sejak duduk di bangku kuliah hingga hari ini menyisakan kenangan buatku..
Mgkin aku belum memahami rencana Tuhan mempertemukan kita dan kemudian membiarkanmu pergi, tp aku yakin Dia tak sia-sia dalam mengatur kehidupan kita..
Hanya doa yg bs kupanjatkan padaNya utkmu, mengingat jalinan komunikasi kita sudah diputuskan setelah beberapa bulan engkau menetap di Surakarta..
Sukses dan berbahagialah!
Aku di sini sudah lebih dulu bahagia ☺

M.A.S.I.H

11 Jul

Mestinya aku tak memikirkan dan tak merindu lagi..
Tapi aku tak sanggup berdusta
Ya, aku merindu..
Bukan hanya bayang-bayangmu tapi wajahmu masih jelas terukir di pikiranku..

Aku masih menangis di malam aku mengingatmu.. Aku masih merindukan percakapan-percakapan kita..
Aku masih terkenang masa kita duduk bersama di “tempat kita”
Masih masih yaa, masih..
Dan aku masih.,
Setiap hari rindu ini berusaha aku kurangkan, tapi mengapa semakin besar..
Ia ibarat angin yg dipelihara dan berubah mengamuk menjadi badai..

Tak dapat kugapai lagi dirimu, hanya doaku yang mampu kuhantarkan padaNYA..
Semoga IA menjawab dari tahtaNYA..
Biarlah kenanganmu hilang bersama kepergianmu ya, biarlah!

Aku mencintaimu dan berbahagialah Budi..
Aku mencintaimu ~
Masih dan masih dan selalu..

catatan terakhir untukmu MAN

24 Jun

Dear, MAN..
Mungkin ini catatan terakhir yang akan kutorehkan utkmu …

Bukannya tak merindu, tapi aku berharap 24 Februari lalu menjadi masa terakhir pertemuan kita..
Tak kuharapkan pertemuan lain setelah cerita di malam 29 April lalu..

Aku membayangkan bagaimana jika kita bertemu..
Seandainya hal itu terjadi,pasti akan terdengar ucapan basimu, kata maaf..
Ucapan yang sungguh kuhafal “Maafin abg ya dek”
Dan aku berharap akan ada penolakan atas maafmu itu dariku..
Aku berharap aku bisa meluapkan semua amarahku dan kebenciaanku kepadamu..
Atau malah akan pecah tangisku spt saat kau mengecewakanku di hari wisudamu…

Atau mungkin yang akan terjadi, takkan ada segaris simpul senyuman, sepatah kata terucap dan lirikan pandangan mata dariku untukmu atau darimu untukku…
Sungguh menyakitkan..

Cukuplah, tak usah repot berkirim salam kepadaku..
Bukankah telah kau ucapkan padaku, kita tak punya hubungan apa-apa, utk apa kau berkirim salam??
Aku telah berusaha sejauh ini tak menghubungimu, memutuskan semua jaringan komunikasi dgnmu..
Aku berusaha utk tak mengganggumu, dan berbuatlah demikian kepadaku..

Ingatlah selalu, kita tak punya hubungan apa-apa..
Dan itulah yg membuatku bertahan utk tak menghubungimu, bertahan utk tetap kuat, bertahan utk tetap hidup ~

Dan yg terakhir, berbahagialah! Tuhan besertamu selalu..

Catatan Kecil untukmu Part II: My dear and only MAN

5 Nov

Aku masih mencintaimu MAN, walaupun Tuhan tak pernah mengizinkan menerima balasan cintamu..

Kadang aku berpikir, aku orang terkejam, telah mendua hati dan menyesalinya..
Tapi hatiku memang tak bisa berbohong, aku masih sayang, MAN dan akan terus sayang sampai kesudahan hati ini nantinya menemukan penggantimu..

Walau sejauh dan seingatku, semua yang terjadi berat dan sakit..
Sempat aku berpikir,
“Untuk menghapus kenangan yang pahit itu berarti aku juga harus menghapus kenangan yang manis pula”
Tapi kemudian aku bertekad untuk menjalaninya dengan ikhlas walaupun aku belum mampu seikhlas yang teori-teori orang yang dikatakan padaku..

Hi MAN, mungkin kita takkan pernah bersama, tapi biarkanlah cintaku tetap untukmu..
Ingatlah, cintaku untukmu bukan untuknya..
Apapun itu, aku berusaha untuk tetap fair pada keputusan kita bersama, tapi ya..
Tuhanlah saja yang tahu bagaimana akhir cerita ini dan aku mengharapkan bukan saja yang terbaik tapi juga yang terindah..

Selamat atas tersematnya gelar S.Pd mu, doaku menyertai selalu..
Dan pasti akan sukses seperti doa dan kata2mu kemaren..

Peluk jauh dariku,
Saa (7 Oktober 2013)

Catatan Kecil untukmu: My dear and only MAN

5 Nov

Seandainya aku tak pernah jatuh 
Takkan kutahu rasa sakit ini 
Pertemuan dan perkenalan yg akhirnya 
Mengantarkanku pd rasa sakit ini, 
Tak pantas utk disalahkan 
Takdir berbicara … 
Dan jika menyalahkan takdir, 
Aku menyalahkan Tuhan … 

Andaikan aku boleh memilih setiap peristiwa, 
kondisi dan org2 yg akan hadir dlm hidupku 
Aku takkan memilihmu … 
Namun apa dayaku mengtur semuanya, tiada … 

Mengapa harus ada sakit, duka, luka, perih, derita dan nestapa 
dalam hidup ini? 
Pdahal yg dimimpikan setiap insan adalah kebahagiaan? 

Tak cukupkah air mata saja yg mengalir 
dan terbuang sia2? 
Haruskah trus byg2 menghantui derap langkah ini? 
Bolehkah air mata itw saja yg mnymbuhkn luka dan perih ini? 
Andaikan boleh, aku akn memilih menangis 
sampai akhir prjalanan ini 
untuk menyembuhkannya … 
aku ikhlas 
Aku seorg yg lemah, hai lelaki! 
Kebykan berperan bak batu karang 
yang tegar dihantam ombak laut 
Sementara, fakta berbicara aku hanyalah batu kapur 
yg rapuh 
bukan gampang hancur saja aku ini, 
bahkan lebur dalam hitungan detikpun, aku sanggup … 
mengapa hati ini kemudian memilih 
menyayangimu? 
tak mampu bibir ini menjawab 
perasaan memang tak pernah menyatu dgn logika berpikir … 

tapi kemudian, 
hari demi hari kulihat dan kusadari 
bahwa duniamu masih terjalin oleh benang merah 
masa lalumu 
tak mau menyalahkanmu, bagiku itw pilihanmu … 
dan apa hakku melarang? 
bukankah tiada berarti aku ini? 
seumpama daun yg sdg berguguran dr ranting pohon 
di kala musim gugur 
dan seketika akupun paham, 
selama ini aku hanya menjdi lokasi pelarian semata 
Oh, terima kasih lelaki! 
Kehadiranmu dalam duniaku 
Kurasakan hnya utk kepentinganmu semata 
aku dicari jika dibutuhkan saja? 
bak barang saja aku ini dianggap 
Sungguh sedih, 
Bagai tiada lg yg lebih sedih dr sedihny hati yg sedih iniKehadiranmu dalam duniaku 
Kurasakan hnya utk kepentinganmu semata 
aku dicari jika dibutuhkan saja? 
bak barang saja aku ini dianggap 
Sungguh sedih, 
Bagai tiada lg yg lebih sedih dr sedihny hati yg sedih ini 

Oh, jikalau aku boleh meminta 
Aku ingin semua permainan ini berakhir, Tuhan 
Pintaku, 
Aku ingin dia peka akn keadaanku ini dan paham akn semua makna simbol yg ada Ataukah trpaksa aku menghentikan duniaku? 
ah, tidak! 
Untukmu, lelaki! 
Walaupun fakta yg trjadi akhirnya pahit, 
Menyakitkan buatku … 
tapi aku selalu menyukai semua pembicaraan kita 
Walau itu tiada bermakna, bhkan yg memiliki makna sekalipun 
Kusukai, sebab sakit asmara aku ini 

Aku ikhlas, jika dirimu menyayangi org lain 
tapi, pintaku dgn sangat … 
Pergilah 
Terlalu sakit jika drimu msh bersikap seperti itw 
anggaplah malam2 kmrin tak ada 
anggap aku sbg daun berguguran di musim gugur 
yg memang tiada brmakna bagimu, bukan? 

Lelaki! 
Akan sangat bahagia dan bangga padamu 
Jika suatu hari kelak, kulihat atau kudengar dirimu berhasil dan Tersemat gelar S.Pd pada namamu, 
Muhammad Adika Nugraha (MAN, S.Pd) 
Sebabnya, kejarlah semua mimpimu dan berusaha 
Kuyakinkan doaku bersamamu, 
Biarlah kebahagiaan mengiringi derap langkahmu 
Agar keberhasilan senantiasa berada di sampingmu 
cinta dan kasih mewarnai harimu selalu 
Amin … 

Jangan prnah pudarkan senyuman itw dr bibirmu, berjanjilah! 

Buku itw, 
kupersembahkan dgn kasih sepenuh hati 
dan semoga berguna kelak 
berharap suatu saat dirimu mengenang dan mengingat, 
bahwa aku turut mendukungmu ketika menulis 

dan … 
terimakasih utk inspirasi catatan kecil ini 
tak ada pertemuan, perkenalan, luka, perih dan sakit 
SESEMPURNA ini, lelaki … 
Terima kasih 

Saa (20 Maret 2013)601679_487249251351850_860530160_n

MUSIOLOGI

6 Sep

 

PENGERTIAN MUSEUM

 

MUSEUM

menururt Perpem No. 19/1995 adalah lembaga penyimpanan, perawatan, pengamanan dan pemanfaatan benda bukti material manusia serta alam dan lingkungan guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa.( Bukti meterial budaya manusia alam dan lingkungan).

Menurut The International Council of Museum (ICOM): lembaga yang bersifa tetap, unprofit, melayani masyarakat dan oerkembangannya terbuka untuk umum yang memperoleh, merawat, mengkomunikasikan dan memamerkan untuk tujuan edukasi, research dan kesenangan, barang-barang pembuktian manusia dan lingkungan. Museum adalah sebuah lembaga yang merawat, menyimpan dan mengkomunikasikan.

 

Merawat: konservasi, preservasi (penyelamatan), dan preparasi (perbaikan).

 

Menyimpan: memamerkan.

 

Mengkomunikasikan: transformasi nilai dan kebermanfaatan secara edukatif.

 

 

 

FUNGSI MUSEUM

 

1. Melakukan pengumpulan, perawatan, pengawetan dan penyajian.

 

2. Melakukan katalogsasi dan dokumentasi ilmiah.

 

3. Memperkenalkan dan menyebarluaskan hasil penelitian secara terkait artifak/benda.

 

4. Bimbingan edukatif cultural dan rekreatif benda/artefak.

 

5. Melestarikan warisan sejarah dan budaya melalui perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan yang bersifat kesejarahan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan.

 

TUJUAN MUSEUM

 

1. Edukasi

 

2. Research

 

3. Kesenangan

 

Memungkinkan untuk eksplorasi koleksi sebagai inspirasi proses edukasi dan kesenangan. Museum adalah institusi yang mengoleksi, mengamankan dan membuat artefak serta spesimen dapat diakses.

 

Arkeologi adalah penyeledikan ilmiah terhadap artefak (benda karya manusia, tinggalan alam maupun lingkungan).

 

Antropologi adalah penyelidikan terhadap tingkat peradaban kebudayaan manusia.

 

Sejarah adalah penyelidikan terhadap waktu, kronologi peristiwa.

 

JENIS-JENIS MUSEUM

 

BUILDING MUSEUM: museum yang terdiri dari bangunan yang disengaja untuk menyimpan artefak. (berdasarkan lokasi)

 

SITE MUSEUM: museum situs (berdasarkan lokasi)

 

OPENAIR MUSEUM: kawasan terbuka seperti kawasan sejarah, contohnya di kota Medan KESAWAN. (berdasarkan lokasi)

 

MUSEUM KHUSUS dan MUSEUM UMUM: berkaitan dengan seni disiplin ilmu dan teknologi. (berdasarkan koleksi museum)

 

MUSEUM NASIONAL, MUSEUM PROVINSI, MUSEUM LOKAL: berdasarkan kedudukan.

 

MUSEUM PEMERINTAHAN, MUSEUM SWASTA: berdasarkan penyelenggaraan.

 

 

 

MUSEUM: KOLEKSI (ROH MUSEUM)

 

* Bernilai historis, ilmiah dan estetis.

 

* Asal usul secara historis, geografis dan fungsinya.

 

* Menjadi monumen apabila berbentuk bangunan (nilai historis).

 

* Dapat diidentifikasi tentang bentuk, tipe, gaya, fungsi, makna, asal secara historis dan geografis , genus (biologis), periodiknya (geologi, khususnya benda alam)

 

* Dapat dijadikan dokumen bila berbentuk dokumen dan dijadikan bukti bagi riset ilmiah.

 

* Benda asli

 

* Memiliki keindahan

 

* Benda unik

FAKTA DAN KHAYAL DALAM SASTRA SEJARAH CERMIN KEHIDUPAN – KARTINI

28 Jun
  1. 1.      RESUME SASTRA (referensi lainnya: Panggil Aku Kartini Saja) 

Kartini, atau Raden Ajeng Kartini merupakan seorang putri kelima dari sebelas bersaudara. Kakek Kartini adalah seorang Bupai Demak, sedangkan Ayahnya R.M Adipati Aryo Sosroningrat adalah Bupati Jepara. Kartini dilahirkan pada tanggal 21 April 1879 di Jepara, tepatnya di gedung keasstenwedaan, dan menjadi anak keturunan bangsawan.

Ayah Kartini sangat peduli terhadap pendidikan. Ia disekolahkan Ayahnya ke sekolah Belanda rendah sedangkan kakak-kakaknya paling rendah disekolahkan sampai mendapat ijazah H.B.S.

Ketika masuk sekolah, Kartini terkadang mendapat ejekan dan cemooh dari teman-temannya yang adalah keturunan Belanda, terlihat dalam tulisannya Orang-orang Belanda itu menertawakan dan mengejek kebodohan kami, tapi kami berusaha maju kemudian mereka mengambil sikap menantang terhadap kami. Pada masanya, anak yang boleh bersekolah hanyalah anak dari keturunan Bangsawan, yang kebanyakan adalah laki-laki namun untuk anak perempuan, hal ini sebenarnya sudah melanggar adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat Jawa. Namun kembali lagi, Ayah Kartini menyekolahkannya adalah untuk membuatnya setidaknya mengerti mengenai bahasa dan adat istiadat Jawa.

Suaru hari Kartini ditanyai oleh teman-temannya, ingin menjadi apakah ia kelak? Namun hal itu tidak dapat dijawab olehnya. Sepulangnya ia dari sekolahnya, ia bertanya pada ayahnya: “Akan menjadi apakah aku kelak Ayah?”. Sang Ayah hanya bisa tersenyum. Kakaknyalah yang kemudian menjawab, bahwa ia kelak akan menjadi seorang Raden Ayu. Ia mendengar sepertinya sangat istimewa sekali jika ia menjadi Raden Ayu. Sejak saat itu ia mulai mengamati tentang kehidupan seorang Raden Ayu, namun akhirnya didapatinya kenyataan  bahwa seorang Raden Ayu tidaj seperti yang dipikirkannya, namun lebih banyak dukanya daripada sukanya.

Ia tidak ingin menjadi Raden Ayu. Ia ingin tetap melanjutkan sekolahnya. Tetapi adat istiadat Jawa tidak mengizinkan seorang perempuan sekolah terus menerus, sehingga akhirnya dia harus merelakan bangku sekolahnya digerogoti oelh adat yang begitu tidak bisa diterima oleh akal sehatnya. Ia harus kembali ke rumah, menjadi gadis pingitan pada usianya ke 12 tahun.

Kartini mencoba berbicara dengan Ayahnya, namun apalah daya seorang gadis yang sedang tumbuh menjadi dewasa, Ayahnya tetap tidak mengizinkan Kartini melanjutkan sekloahnya apalagi sampai harus ke Semarang mengikut kakaknya bersekolah di H.B.S. tidak diizinkanya Kartini untuk melanjutkan sekolahnya, tidak menyulutkan semangatnya dalam mengejar ilmu pendidikan yang ada. Ia mencoba belajar secara otodidak walau hal ini akhirnya berbuah sia-sia belaka, ia tidak dapat mengerti akan pelajarannya tanpa bantuan seorang guru.

Niat melanjutkan sekolah tidak hanya datang dari diri Kartini saja, tetapi juga dari kedua adik perempuanya, Rakmini dan Kardinah. Mereka bertiga akhirnya bercita-cita memperjuangkan kehidupan yang lebih baik lagi bagi perempuan Bumiputra, yang masih diikat oleh adat istiadat yang sangat kuat. Rakmini ingin membuka sekolah untuk gadis-gadis agar bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik dengan mengajarkan berbagai keterampilan dan cara-cara menghemat.

Mereka berkeinginan keras melanjutkan sekolah ke negeri Belanda. Namun Tn. Abendanon menyarankan kepada Kartini agar tidak pergi bersekolah ke Negeri yang jauh, melainkan cukup belajar di Jakarta. Karena jika Kartini bersekolah ke Belanda, akan dapat menimbulkan prasangka yang buruk terhadap Kartini, yang tujuannya adalah untuk memajukan pendidikan di Jawa, khususnya dan untuk perempuan pribumi.

Berbagai cara dilakukan Kartini agar cita-citanya menjadi guru, mengajarkan berbagai-bagai hal dapat terwujud secepatnya. Ia bahkan meminta bantuan kepada Tuan H. H van Kol dengan mengajukan rakes, agar diberikan bantuan dana untuk dapat belajar di Belanda. Selama menunggu jawaban dari pemerintahan Belanda, akhirnya sekolah kecil dibangun di Kabupaten Jepara yang mengajarkan membaca, menulis, beberapa pengetahuan, serta pelajaran memasak dan menjahit.

Rakes yang diajukan itu kemudian dijawab juga dan dananya memang akan dipakainya untuk pergi ke Belanda. Namun sayang beribu sayang, harapan Kartini untuk dapat melanjutkan sekolah, harus dikuburnya dalam-dalam karena ahkirnya sang calon suami, Raden Adipati Jojo Adiningrat; bupati Rembang; datang jua menjemputnya. Pernikahan \nya dilaksanakan tanggal 9 November 1903. Uang yang telah diperolehnya itu diserahkan kepada Haji Agus Salim; digunakannya sebagai dananya untuk melanjutkan sekolahnya

Kartini akhirnya pindah ke Rembang, bersama suaminya; tugasnya sekarang adalah untuk menjadi ibu rumah tangga. Walaupun pada awalnya ia tidak menyukai semua adat istiadat yang berlaku namun akhirnya ia memang tetap harus menjalani hal yang serupa seperti yang dirasakan semua perempuan Jawa. Dimana seoramg perempuan tidak diizinkan untuk bersekolah. Kemudian seorang perempuan harus dipingit; menjadi wanita “rumahan”, menjaga sikapnya; tidak dibenarkan berjalan cepat tetapi harus perlahan dan langkahnya kecil-kecil, berbicara harus sopan dan santun; ia harus menunggu siapa pria yang akan menjadi suaminya kelak. Ia akan menikah tanpa mengenal terlebih dahulu siapa dan bagaimana pria tersebut. Sesuatu yang sangat ditentangnya sampai akhir hayatnya walaupun terpaksa jua ia menjalaninya.

Ia sebenarnya berharap, jika setiap perempuan dapat bersekolah, tentulah perempuan akan menjadi bijaksana, pintar dan dapat mencari pekerjaannya sesuai dengan kemampuannya. Sehingga pada akhirnya wanita tidak perlu lagi bergantung pada laki-laki yang menurut Kartini selalu merendahkan martabat wanita; tidak perlu menikah.

Hidup Kartini setelah pernikahanya tidak berlangsung lama lagi. Pada tanggal 13 September 1904, Kartini melahirkan putra pertamanya; alangkah bahagianya ia dapat betul-betul menjadi seorang ibu. Empat hari kemudian, seorang Kartini menginggalkan semuanya, kembali kepada Yang Khalik. Semua cita-cita dan perjuangannya yang telah dikerjakan selama bertahun-tahun tidak dapat lagi ia teruskan.

Setidaknya cita-cita dan perjuangannya terhadap pendidikan bagi perempuan di Jawa berbuah dengan berdirinya beberapa sekolah dan bertambah banyaknya perempuan yang bersekolah. Tidak hanya itu saja, hari lahir Kartini akhirnya dikenang di seluruh penjuru negeri ini, menjadi peringatan pelopor emansipasi wanita di Indonesia.

  1. 2.      FAKTA

Fakta yang terdapat dalam cerita Kartini, Cermin Kehidupan adalah:

  1. Kartini lahir dari keluarga Bangsawan pada tanggal 21 April 1879, anak Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat; menjadi putri anak ke lima dari sebelas bersaudara.
  2. Kartini dan saudara perempuannya yang lain bersekolah di Sekolah Rendah Belanda.
  3. Kartini mempunyai teman pena, orang Belanda, yang juga sahabatnya, tempat ia bercerita, Estella Zeehandelaar.
  4. Kartini begitu mencintai Ayahnya, hal ini terbukti dari surat-surat yang dikirim Kartini kepada Stella dalam bahasa Belanda.
  5. Kartini memperjuangkan pendidikan bagi rakyat Indonesia, khususnya bagi perempuan-perempuan di Jawa.
  6. Kartini tidak menyukai adanya adat istiadat yang begitu ketatnya mengikat hidup orang Jawa, terutama bagi gadis-gadis Jawa yang dirasanya tidak adil.
  7. Pada zaman Kartini bahkan sampai akhir-akhir ini (walaupun tidak begitu banayk lagi), adat yang mengikat perempuan-perempuan Jawa maupun perempuan suku lainnya, sangat dirasakan begitu mengekang, dengan tidak diizinkannya perempuan besekolah, adanya diskriminan gender perempuan dengan laki-laki yang dirasa tidak adil.
  8. Perjuangan Kartini dalam memajukan wanita, hanya sampai di tanah Jawa saja. Walaupun akhirnya menyebar juga ke daerah-daerah lainnya, namun yang pasti perjuangannya sebenarnya hanya sampai di daerah Jawa saja.
  9. Kumpulan surat-surat Kartini tentang kehidupannya dikumpulkan dalam satu buku, Habis Gelap Terbilah Terang.
  1. 3.      KHAYAL

Khayal dalam cerita Cermin Kehidupan Kartini adalah:

  1. Ketika anak baru lahir, tembuni anak tersebut harus ditanam bersama dengan selembar kertas bertuliskan huruf Jawa dan Latinnya, agar kelak menjadi seorang yang terpelajar.
  2. Pada zaman Kartini bersekolah hanya terdapat satu saja sekolah saja.
  3. Kartinilah yang memulai emansipasi wanita di Indonesia, padahal jelas-jelas bahwa Kartini hanya menjadi pelopor pergerakan wanita di Jawa khususnya Jawa Tengah.
  4. Ketika Kartini meninggal, ia didewa-dewakan oleh masyarakat yang mengetahui perjuangannya.
  5. Kartini dianggap sebagai sosok yang paling sempurna yang tiada tandingannya, sebgai seorang pendekar bangsa, padahal jelasnya ia hanya berjuang untuk memberantas adat istiadat bagi perempuan Jawa khususnya.